Tim Unit Penunjang Akademik
Teknis (UPA) Perpustakaan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melalui Tim
Preservasi UPA Perpustakaan, telah berhasil melakukan aksi pembersihan dan
penyelamatan terhadap koleksi manuskrip lontar agama yang berharga di Desa
Tandung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini
dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Desember 2025.
Fokus pada Pelestarian Warisan
Budaya
Kegiatan preservasi ini merupakan
bagian dari komitmen Unsulbar dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya dan
sejarah lokal, khususnya yang berbentuk naskah kuno. Manuskrip lontar yang
menjadi objek pembersihan kali ini memiliki nilai historis dan keagamaan yang
sangat tinggi, mencerminkan kekayaan intelektual leluhur di wilayah Mandar.
Ketua Tim Preservasi UPA
Perpustakaan Unsulbar, Thamrin, S.Pd.,M.Pd. /Koordinator Tim Preservasi
Naskoah Kuno di Unsulbar sekaligus Kepala UPA Perpustakaan Unsulbar menyatakan bahwa banyak manuskrip lontar yang
tersimpan di masyarakat rentan terhadap kerusakan akibat faktor lingkungan,
seperti kelembaban, debu, dan serangan hama.
"Pembersihan yang kami
lakukan hari ini adalah langkah awal yang krusial. Kami menggunakan metode dan
bahan khusus untuk menghilangkan jamur dan debu tanpa merusak serat lontar.
Tujuannya agar generasi mendatang masih bisa mengakses dan mengkaji ilmu yang
terkandung di dalamnya," ujarnya.
Tahapan dan Proses Pembersihan
yang dilakukan dengan penyemprotan terhadap naskah agar mengurangi zat asam
pada kertas naskah, Menilai tingkat kerusakan fisik pada setiap lembar
lontar, Penggunaan kuas lembut dan blower mini untuk menghilangkan debu
dan kotoran. Penggunaan larutan khusus untuk menghilangkan noda dan jamur.
Kegiatan ini disambut baik oleh pemilik
naskah bapak Abd. Azis. Beliau mengucapkan terima kasih atas kepedulian
Unsulbar. "Manuskrip ini adalah pusaka orang tua kami. Kami bersyukur
pihak universitas turun tangan langsung untuk membantu melestarikannya,"
katanya.
Setelah proses pembersihan, Tim
Preservasi Unsulbar berencana untuk melanjutkan kegiatan ini dengan tahap
digitalisasi manuskrip. Digitalisasi akan memungkinkan akses yang lebih luas
bagi peneliti dan akademisi, sekaligus mengurangi risiko kerusakan pada naskah
asli akibat sering disentuh. Pihak Unsulbar akan melakukan pendataan seklaigus
diusulkan ke Perpusnas RI untuk dilakukan pemeliharaan lebih lanjut karena
beberapa halaman sudah rusak berat dengan konsisi naskah yang sudah berlubang
dan robek.
UPA Perpustakaan Unsulbar
berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala di berbagai
lokasi di Sulawesi Barat yang menyimpan kekayaan naskah kuno, sebagai upaya
kolektif dalam menjaga identitas bangsa.




